Jakarta, 10 September 2024 – Dalam Rapat Paripurna Ke-6 DPR-RI yang berlangsung hari ini, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengungkapkan protes keras terhadap rencana pemerintah mengenai program pensiun tambahan.
Rieke menilai bahwa saat ini masyarakat tengah menghadapi kesulitan ekonomi yang signifikan, ditambah dengan tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang merajalela di berbagai sektor.
“Dalam situasi ekonomi yang sulit ini, di mana banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan, adalah tidak tepat untuk membahas program pensiun tambahan.
Kita harus fokus pada upaya untuk membantu masyarakat yang sedang berjuang,” ujar Rieke dalam pernyataannya di forum tersebut.
Rieke juga menekankan bahwa perhatian harus diberikan kepada program-program yang dapat langsung membantu masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan bantuan sosial.
Dia mengingatkan bahwa saat ini, banyak pekerja yang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat dampak ekonomi global dan situasi pandemi yang belum sepenuhnya pulih.
Sebagai referensi, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2024 mencapai 7,1%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa lebih dari 1 juta pekerja telah terdampak PHK sejak awal tahun.
Rapat paripurna ini dihadiri oleh berbagai anggota DPR dan diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang lebih berpihak kepada masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.
Dengan adanya protes dari Rieke, diharapkan pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana tersebut dan lebih fokus pada kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
editor : Mr rawedenk
