“Forum L2T Indramayu Resmi Deklarasikan Program Sinergi Industri & Masyarakat: Langkah Strategis Penguatan Ekonomi Lokal”.

Daerah Hukum Lingkungan
Spread the love


Indramayu, 12 Februari 2024
L2T: Kolaborasi Tiga Desa dan Industri untuk Kesejahteraan Bersama
Forum Bina Lingkungan Kawasan Industri L2T (Limbangan, Lombang, Tinumpuk) secara resmi dideklarasikan di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan di Kawasan Industri Polytama Profindo Indramayu melalui program berkelanjutan berbasis CSR (Corporate Social Responsibility).

Visi-Misi Utama
Visi Forum L2T adalah mewujudkan hubungan harmonis antara industri dan masyarakat melalui pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Misi utama meliputi:

  1. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.
  2. Pengawasan kebijakan lingkungan berkelanjutan di kawasan industri.
  3. Pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan.
  4. Transparansi komunikasi antar-pemangku kepentingan.

Struktur dan Mekanisme Kerja
Forum ini diatur melalui Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang mencakup:

  • Keanggotaan: Terbuka untuk perwakilan desa, masyarakat, dan perusahaan.
  • Kepemimpinan: Dipilih melalui musyawarah, terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara.
  • Keuangan: Bersumber dari iuran anggota, donasi perusahaan, dan bantuan pemerintah, dengan prinsip transparansi.
  • Program: Akan dievaluasi setiap enam bulan, meliputi bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dukungan dari Pemerintah dan Industri
Deklarasi ini didukung oleh SK Kemenkumham, menegaskan legalitas forum dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat. Perwakilan industri di Kawasan Polytama Profindo menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan dana CSR guna mendukung program pemberdayaan.

Kata Masyarakat
“Forum ini jadi wadah aspirasi warga agar pembangunan industri tidak mengabaikan kebutuhan lokal,” ujar Sukardi, perwakilan Desa Tinumpuk.

Langkah Selanjutnya
Forum L2T akan menggelar rapat koordinasi pertama pada akhir Februari 2024 untuk menyusun program prioritas, termasuk pelatihan pengolahan limbah dan pembangunan pusat pelatihan digital di desa penyangga.

Laporan: Tim Redaksi Elsantara.com
Editor: Warhadi ( Papih )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *