Warga Lobener Kecewa: Jalan Hotmix Hancur Usai Proyek Pipa, Perbaikan Hanya Tambal Sirtu

Daerah Hukum Lingkungan
Spread the love

ELSANTARA, INDRAMAYU – Sejumlah warga Desa Lobener dan Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menyampaikan keluhan dan kekecewaan mendalam melalui media Elsantara terkait proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Jaringan Pipa Transmisi Air Baku yang melintasi Jalan Pancoran Mas.

Menurut warga, jalan yang sebelumnya beraspal hotmix mulus dan nyaman, kini hancur parah—berlubang, bergelombang, bebatuan tampak, dan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Warga mengungkapkan bahwa telah ada Berita Acara Kesepakatan (Nomor 038/ITP.LBN/VII/25) yang ditandatangani oleh PT. INDO TEKNIK PEMBANGUNAN pada 11 Juli 2025. Dalam perjanjian tersebut, kontraktor menyatakan bertanggung jawab penuh atas perbaikan jalan yang rusak akibat aktivitas alat berat proyek.

Namun kenyataan di lapangan sangat berbeda. Alih-alih mengembalikan jalan ke kondisi awal berupa hotmix, perbaikan yang dilakukan hanya menambal lubang dengan sirtu (pasir dan batu). Tambalan tersebut cepat rusak saat hujan sehingga jalan kembali berlubang.

Warga menuntut tiga hal tegas:

  1. PT. INDO TEKNIK PEMBANGUNAN wajib memperbaiki Jalan Pancoran Mas sesuai spesifikasi awal, yaitu hotmix;
  2. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pemilik proyek mengawasi dan memastikan kontraktor memenuhi kewajiban;
  3. Aparat desa, Babinsa, dan Bimaspol ikut mengawal proses perbaikan.

Pemerintah Desa Lobener telah melayangkan surat resmi pada 4 April 2026, namun hingga awal Mei 2026 perbaikan belum sesuai janji.

Redaksi Elsantara akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi PT. INDO TEKNIK PEMBANGUNAN serta BBWS untuk memberikan tanggapan resmi.

Lobener, 6 Mei 2026
Redaksi Elsantara

Mr Rawedenk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *