Garda Muda NasDem Dilantik, Lucky Hakim Sudah Pasang Target: “Cari Kader Bertaji, Bukan Sekadar Ramah di Medsos!

Daerah Politik
Spread the love

Indramayu, Cakralensa.com – Hari Minggu (05/04/2026) di Aula Hotel Handayani, bukan sekadar ajang seremonial basah-basahan pelantikan. Itulah panggung deklarasi perang politik generasi muda. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garda Pemuda NasDem Kabupaten Indramayu untuk periode 2025–2029 resmi dikukuhkan. Namun di balik tepuk tangan dan wewangian bunga, terselip pesan keras yang bikin merinding para kader: Tunjukkan taringmu, atau tersingkir!

Arwah Dinata, S.Hut resmi duduk sebagai Ketua, didampingi Ahmad Masuhi sebagai Sekretaris. Tapi yang paling menyedot perhatian bukanlah seremoni pelantikan, melainkan sindiran dan perintah nyaris kasar yang dilontarkan langsung oleh Bupati Indramayu sekaligus Ketua DPD Partai NasDem setempat, Lucky Hakim.

Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Lucky tak memberi ruang bagi para pemuda untuk sekadar jadi “tanaman hias” partai. Ia dengan terang-terangan memerintahkan Garda Pemuda untuk bergerak seperti mesin perang politik.

“Ini bukan organisasi nongkrong. Garda Pemuda hadir untuk mengakomodasi spektrum kekuatan, tapi jangan cengeng! Kita vertikal dalam komando. Saya perintah, kalian gerak. Tidak ada kata mandek,” tegas Lucky di hadapan puluhan kader.

Lebih dari itu, Lucky Hakim langsung membidik target 2029. Ia memerintahkan Arwah Dinata untuk menyisir kader-kader “bertaji” —bukan sekadar yang punya banyak teman di media sosial atau sekadar populer di kalangan anak muda.

“Jangan cari kader yang cuma jago swafoto di acara partai. Saya minta cari figur yang besat, punya suara riil di masyarakat, berani berdarah-darah memperjuangkan rakyat, bukan yang lemah hati. Kalau perlu, yang punya ‘mesin uang’ sekalipun asal integritasnya jelas! Karena caleg itu butuh biaya, dan biaya butuh kerja keras,” ujar Lucky disambut riuh rendah tepuk tangan namun juga getaran gelisah di antara pengurus baru.

Pesan terselubung itu seolah menjadi tamparan halus bagi kader-kader yang selama ini hanya mengandalkan popularitas instan. Lucky secara gamblang mengingatkan bahwa kursi DPRD tidak diraih dengan senyum manis atau konten TikTok semata, melainkan dengan logistik, kekuatan akar rumput, dan keteguhan.

Tak berhenti di situ, Lucky juga mengkritisi sistem rekrutmen partai selama ini yang dinilainya terlalu “garing”. Ia menginginkan perekrutan horizontal, namun eksekusi komando vertikal seperti militer.

“NasDem ini milik kita semua, tapi jangan salah sangka. Milik kita bukan berarti bebas sebebasnya. Harus ada rantai komando. Tampung semua suara dari petani, nelayan, mahasiswa, dan preman pasar sekalipun asal mau berjuang. Tapi ketika perintah sudah turun, jalan semua! Tidak ada musyawarah lagi di tengah jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Garda Pemuda yang baru dilantik, Arwah Dinata, mengaku siap dengan “hukuman mati politik” jika gagal. “Ini adalah tugas perang. Target saya dalam satu tahun ke depan, struktur hingga tingkat desa harus bergerak seperti laron. Kalau tidak, saya siap diganti. Tidak ada kata ampun,” ujarnya dengan muka masam penuh determinasi.

Pelantikan yang digelar di Hotel Handayani itu pun berakhir bukan dengan harapan-harapan manis, melainkan dengan sebuah ultimatum. Garda Pemuda NasDem tidak lagi dipandang sebagai sekadar sayap partai, tetapi sebagai “tombak beracun” yang harus menusuk jauh ke basis-basis massa. Jika gagal, bukan hanya kader yang diganti, tetapi peta politik Indramayu 2029 bisa menjadi mimpi buruk bagi NasDem sendiri.

Pertanyaannya kini: Mampukah Garda Muda ini membuktikan gigi, atau hanya akan menjadi macan ompong di tengah hiruk-pikuk politik Indramayu? Waktu yang akan menjawab.

Mr.Rawedenk


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *