Cirebon – Elsantara.Com.Ratusan warga Jalan Bima Basuki, Kota Cirebon, mulai mempertanyakan intensitas operasi lalu lintas yang digelar hampir setiap hari oleh pihak kepolisian setempat. Ironisnya, di kawasan tersebut telah terpasang kamera pemantau CCTV di setiap sudut jalan.
“Setiap hari ada razia, padahal CCTV sudah terpasang di mana-mana. Kalau tujuannya ketertiban, CCTV kan cukup. Ini malah terkesan cari-cari kesalahan warga,” ujar Budi (45), warga setempat.
Warga juga menyoroti dasar hukum pelaksanaan operasi yang dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri). Beberapa warga mengaku tidak melihat adanya transparansi terkait landasan prosedur operasional standar yang digunakan petugas di lapangan.
“Kami minta polisi menjelaskan sesuai Perkapolri. Jangan sampai operasi yang dilakukan justru mengganggu ketertiban umum dan memberatkan masyarakat,” tegas Siti (38), ibu dua anak yang kerap terjebak kemacetan akibat razia dadakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Cirebon belum memberikan tanggapan resmi. Namun, sejumlah pengamat kepolisian menilai bahwa operasi berulang tanpa transparansi di tengah dukungan teknologi CCTV berpotensi mencederai kepercayaan publik.
Warga berharap Kapolri segera mengevaluasi pola operasi di kawasan tersebut, dan memastikan setiap tindakan di lapangan benar-benar berpijak pada regulasi yang berlaku demi terciptanya pelayanan publik yang adil dan humanis.
Abdul Rozak
