INDRAMAYU – Infrastruktur transportasi di Kabupaten Indramayu kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jembatan Cilogog yang terletak di ruas jalan Jangga–Cikamurang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kini resmi menjadi proyek prioritas penanganan.
Kondisi jembatan tersebut dinilai tidak lagi memadai untuk menampung arus lalu lintas yang semakin padat. Selain itu, jembatan ini juga rawan terdampak banjir setiap musim hujan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu kelancaran distribusi logistik di wilayah timur Indramayu.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa usulan penanganan Jembatan Cilogog telah melalui kajian teknis dan langsung ditetapkan sebagai prioritas karena tingkat urgensi yang tinggi.
“Jembatan ini sudah tidak sesuai kapasitasnya. Arus kendaraan terus meningkat, apalagi jalur ini sering dilalui truk angkutan hasil pertanian dan logistik. Ditambah lagi ancaman banjir yang membuat struktur jembatan cepat rusak,” ujarnya.
Rencana penanganan yang akan dilakukan meliputi pelebaran jembatan, peninggian elevasi untuk mengantisipasi banjir, serta perkuatan struktur fondasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan proses lelang proyek dapat dimulai pada triwulan kedua tahun ini.
Warga Losarang menyambut baik langkah tersebut. Menurut mereka, perbaikan Jembatan Cilogog sudah sangat dinantikan, terutama oleh petani dan pelaku usaha yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
“Setiap banjir, jembatan ini nyaris terendam. Kendaraan besar antre panjang karena hanya bisa lewat bergantian. Semoga cepat direalisasikan,” ujar seorang warga.
Dengan penetapan status prioritas ini, diharapkan penanganan Jembatan Cilogog segera terwujud demi keselamatan berlalu lintas dan kelancaran roda perekonomian masyarakat Indramayu.
Mr.Rawedenk
